Tuesday, March 15, 2011

Asal Muasal KOTAK PANDORA dan Mitologi Yunani

Selain manusia, bumi dulu juga ditempati oleh para titan (bangsa raksasa). Zeus sangat tidak menyukai beberapa titan, dan titan yang paling tak disukainya adalah Promotehus yang bersikukuh hendak mencuri cahaya pengetahuan dari puncak Olympus. Nietzsche sangat mengagumi titan satu ini yang menurutnya memiliki ciri “uebermensch” (sebagian menerjemahkannya “superman”, tapi penerjemah spesialis nietzsche, walter kauffman, lebih suka menerjemahkannya menjadi “overman”. St sunardi, dalam bukunya tentang Nietzsche yang diterbikan lkis, menerjemahkan uebermensch menjadi “adimanusia”).
Zeus, diceritakan, juga membenci titan lainnya yang bernama Ephimetheus. Dia adalah kakak Promotheus. Untuk itu Zeus memerintahkan seorang dewa yang dikenal buruk rupa tapi memiliki keahlian seni yang mumpuni untuk membuat sebuah patung perempuan. Nama dewa itu Haphaestus. Dia sendiri adalah anak Zeus dari hasil perkimpoian dengan Hera. Karena dia memendam asmara tak kesampaian dengan Aphrodite, maka ia membuat patung perempuan yang kecantikannya menyerupai Aphrodite.
Penciptaan patung tersebut juga dipenuhi berkah dari dewa-dewi lain. Aphrodite menganugerahinya kecantikan, keanggunan dan gairah. Hermes memberinya kecerdikan, keberanian dan kemampuan untuk membujuk Demeter menunjukkannya cara memelihara taman. Athena mengajari ketangkasan dan memberi roh padanya. Apollo mengajarinya bernyanyi dengan merdu dan memainkan alat musik petik. Poseidon memberinya kalung mutiara dan kesaktian agar tak pernah tenggelam. Horae menambah daya tarik patung itu dengan menghiasi rambutnya dengan rangkaian bunga dan tumbuhan lain untuk membangkitkan ketertarikan para pria padanya. Hera memberinya rasa ingin tahu. Zeus membuatnya nekat, nakal dan suka bermalas-malasan.
Zeus senang dengan kesempurnaan patung itu dan lantas memberi patung itu kehidupan. Patung itu sendiri bentuknya lebih kecil dari ukuran manusia. Patung yang sudah diberi kehidupan itu diberi nama Pandora. Oleh Zeus, Pandora dititipi pula sebuah kotak rahasia yang tak boleh dibukanya.
Zeus lantas menghadiahkan patung itu pada Ephimetus. Kendati Promotheus sudah memeringatkan kakaknya akan kemungkinan tipu muslihat zeus, Ephimetus telanjur menyukai dan mencintainya karena Pandora memang sangat cantik. Singkat kata, Pandora dan Ephimetus hidup berdampingan. Pandora sendiri hingga beberapa lama mampu menaati perintah untuk tidak membuka kotak itu. Tapi, lama kelamaan, Pandora penasaran dengan apa isi kotak yang dititipkan padanya.
Maka dibukalah kotak tersebut. Dari dalam kotak, berhamburanlah segala macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan dan keputusasaan. Sejak itu, bumi mulai mengenal penyakit dan segala keburukan hidup lainnya. Hanya saja, ternyata, di dalam kotak itu juga masih ada satu benda lain. Benda itu kecil bentuknya. Namanya: “harapan”. Benda inilah yang kelak digunakan manusia di bumi untuk terus bertahan dari segala macam penyakit, wabah, kesedihan, dll.

Mitologi Yunani
Mitologi yunani adalah kumpulan legenda yunani tentang dewa-dewi yunani serta para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan.
Kebanyakan dewa yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan.
Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata mitologi berasal dari yunani yang terdiri dari 2 kata:
1.     Muthos yang dalam bahasa yunani berarti sebuah seni bahasa yang menjadi ritual.
2.    Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang meyakinkan.
Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi yunani antara lain adalah karya-karya Homerus dan Hesiodus.
1.     Dewa-dewi dasar
Chaos                        Tartaros                         Iapetus
Gaia                          Titan                              Atlas
Aether                      Kronos & Rhea                 Prometheus
Uranus                      Oceanus & Tethys           Epimetheus
Uros                          Hyperion & Theia            Menoetius
Erebus                      Coeus & Phoebe
Nyx                           Mnemosyne
Hemera                     Themis
Ophion                      Crius
2.    Dewa-dewi Olympus
Zeus                          Athena                  Hestia
Aphrodite                 Demeter               Poseidon
Apollo                        Hades                    Hera
Ares                         Hephaestus
Artemis                    Hermes
3.    Dewa-dewi lain
Dionysus                    Pan
Helios                        Persephone
Eos                            Selene
Hebe

referensi : Wikipedia.org
musyawarahbuku.wordpress.com
mpokb.blogdrive.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...